Sarmi – Aksi pemalangan yang terjadi di SMP Negeri 2 Sawar, Kampung Sawar, Distrik Sarmi Kota, Kabupaten Sarmi, Selasa (12/05/2026), akhirnya berakhir damai setelah dilakukan mediasi oleh personel Polsek Sarmi Kota.
Pemalangan dilakukan oleh pihak keluarga pemilik hak ulayat/tanah adat terkait tuntutan pembayaran uang tanah sekolah yang hingga kini belum direalisasikan oleh pihak terkait. Sebelumnya, pembayaran tersebut dijanjikan akan diselesaikan pada Desember 2025.
Setelah menerima informasi dari pihak Distrik Sarmi Kota, Waka Polsek Sarmi Kota IPTU Fransisco Monim bersama personel Polsek Sarmi Kota langsung menuju lokasi guna melakukan pengamanan dan penanganan situasi.
Saat tiba di lokasi, petugas mendapati pintu gerbang sekolah dan beberapa ruangan sekolah dipalang menggunakan kayu, rumput, dan tali, sehingga aktivitas belajar mengajar sempat terganggu.
Dalam penanganannya, personel Polsek Sarmi Kota melakukan pengamanan di sekitar lokasi agar situasi tetap aman dan kondusif. Polisi juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan anarkis maupun mengganggu keamanan dan ketertiban umum.
Selain itu, petugas melakukan mediasi antara pihak pemilik hak ulayat, pihak sekolah, serta aparat kampung setempat guna mencari solusi penyelesaian permasalahan secara baik dan damai. Polisi juga mengarahkan seluruh pihak agar menyelesaikan persoalan melalui musyawarah dan jalur hukum yang berlaku.
Dari hasil mediasi yang dilakukan, pihak pemalangan akhirnya bersedia membuka palang sekolah sehingga aktivitas di SMP Negeri 2 Sawar dapat kembali berjalan normal. Meski demikian, pihak pemilik hak ulayat berharap pemerintah maupun pihak terkait segera menyelesaikan pembayaran uang tanah sesuai kesepakatan sebelumnya.
Dengan selesainya mediasi tersebut, situasi kamtibmas di wilayah Kampung Sawar tetap terjaga aman dan kondusif. Polsek Sarmi Kota juga mengimbau seluruh pihak agar tetap mengedepankan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap permasalahan guna menjaga keamanan serta kelancaran aktivitas masyarakat, khususnya di lingkungan pendidikan. Tutup. (RA)










































