PSSI Kena Sanksi FIFA Buntut Pembatalan Tuan Rumah PD U-20

Erick Thohir: “Bukan Kartu Merah, tapi Kartu Kuning”

Ketua Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir mengatakan, PSSI tidak mendapat “sanksi berat” dari FIFA, melainkan “sanksi administrasi”, usai keputusan pencabutan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

“Indonesia tidak dikenakan sanksi berat [dari FIFA], seperti dikucilkan dari sepak bola dunia,” kata Erick Thohir, dalam akun Instagramnya, Kamis (06/04).

Menurutnya, Indonesia hanya dikenai “sanksi administratif”.

“Sehingga timnas Indonesia masih bisa mencetak prestasi di SEA Games pada akhir bulan ini,” tulisnya.

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kiri) dan Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali (tengah) berjalan untuk menemui pemain Timnas U-20 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (01/04).
,Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kiri) dan Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali (tengah) berjalan untuk menemui pemain Timnas U-20 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (01/04).

Dia kemudian menambahkan, Indonesia hanya mendapat “kartu kuning”, bukan “kartu merah.”

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Kamis (06/04), Erick menjelaskan, sanksi administrasi itu berupa pembekukan dana FIFA Forward untuk keperluan operasional PSSI.

“Setelah saya menyampaikan pesan Presiden Jokowi dan menjelaskan cetak biru sepakbola kita, FIFA hanya memberikan sanksi administrasi berupa pembekuan dana FIFA Forward untuk keperluan operasional PSSI,” paparnya.

Dia melanjutkan, sanksi administrasi itu akan direview kembali setelah FIFA mempelajari strategi besar pengembangan sepak bola Indonesia.

Sanksi administrasi oleh FIFA tersebut, sambungnya, merupakan sebuah pembelajaran dan berkah bagi sepakbola Indonesia, yang disebutnya saat ini terus berbenah menuju perbaikan di semua sektor.

“Saya sudah berusaha maksimal saat bertemu dengan FIFA. Dengan sanksi ini, kita masih terus melanjutkan program transformasi sepakbola bersama FIFA,” ungkapnya.

Erick Thohir mendatangi FIFA sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan negosiasi sekaligus mempresentasikan kepada FIFA blueprint transformasi sepakbola Indonesia.

‘Jangan sampai Indonesia dikucilkan dari peta sepak bola dunia’

Pekan lalu, Ketua PSSI Erick Thohir berharap Indonesia tidak “terkucilkan dari peta sepak bola dunia” oleh FIFA usai keputusan mereka mencabut Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

Dalam keterangan pers terkait kabar FIFA mencabut Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20, Erick Thohir menyampaikan bahwa ia berharap Indonesia masih diperbolehkan menjadi anggota FIFA dan ikut berpartisipasi dalam ajang kompetitis internasional lainnya.

“Tentu sanksi terberat yang kita tidak harapkan kalau kita tidak bisa berikut kompetisi secara maksimal di seluruh diunia, sebagai tim nasional ataupun sebagai klub. Juga ini akan menjadi kemunduran buat sepak bola Indonesia,” ujar Erick pada Jumat (31/3).

Ia mengingatkan kembali akan kejadian pada 2015 ketika Indonesia dijatuhkan sanksi tersebut oleh FIFA akibat konflik antara PSSI dengan pemerintah lewat Kemenpora.

Di kala itu, Indonesia terkena tiga sanksi. Pertama, FIFA mencabut status PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia. Kedua, FIFA melarang timnas maupun klub Indonesia mengikuti kompetisi internasional di bawah naungan FIFA dan AFC.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kanan) didampingi Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai sarasehan bersama Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI se-Indonesia
Ketua PSSI Erick Thohir mengatakan ia akan segera membuka pembicaraan bersama FIFA agar Indonesia tetap menjadi bagian keluarga besar FIFA

Ketiga, setiap anggota dan pejabat PSSI tidak bisa mengikuti program pengembangan, kursus, atau latihan dari FIFA dan AFC selama sanksi belum dicabut.

“Itu yang terberat di mana kita menjadi menyendiri jadi kita melakukan pertandingan pembinaan wasit, usia muda tapi tidak ada [kepastian] ke depannya ya, ibaratnya, kita cuma di Indonesia saja.

“Saya rasa itu yang tidak kita harapkan. Apalagi mata pencaharian sepak bola ini tidak [hanya] yang dilihat ini, tapi turunannya banyak sekali yang namanya industri olahraga sepak bola,” ungkap Erick.

Selain itu, ia mengatakan bahwa Presiden FIFA sudah mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo.

Presiden Jokowi kemudian menginstruksikan Erick untuk menyampaikan peta biru transformasi sepak bola Indonesia kepada FIFA pada kesempatan berikutnya, serta membuka ruang berdialog lebih lanjut dengan FIFA agar Indonesia tetap menjadi bagian dari FIFA.

“Sehingga bisa diartikan bahwa Presiden tidak mau kita terkucilkan dari peta persepakbolaan dunia. Karena itu saya tentu akan berusaha keras memastikan transformasi sepak bola Indonesia ini terjadi.

“Saya sedang menunggu undangan kembali dari FIFA setelah mereka ada rapat FIFA counsel yang akan terjadi beberapa hari ke depan dan saya bersiap untuk kembali bertemu FIFA,” katanya.

Ketika ditanya oleh wartawan soal penolakan dalam negeri terhadap Timnas Israel dalam Piala Dunia U-20, Erick tidak menjawab secara langsung.

Melainkan ia menegaskan bahwa alasan pembatalan tersebut didasari alasan perlunya standarisasi keamanan untuk fasilitas olahraga yang ada di Indonesia pasca-tragedi Kanjuruhan yang terjadi di Malang pada Oktober 2022.

“Kalau di surat FIFA, pengertian saya justru terbalik. Di situ FIFA bicara, transformasi lagi. FIFA menyiapkan tim untuk transformasi sepak bola. Memang waktu Kanjuruhan itu kan isu standarisasi keamanan.

“Liga-liga kita kan isunya sama nanti ke depan, bagaimana supporter bisa pulang ke rumah. Nah ini yang harus kita bangun, security dan safety,” tungkas Erick.

Jokowi minta masyarakat ‘jangan saling menyalahkan’

Presiden Jokowi dan Presiden FIFA, Gianni Infantino di Istana Merdeka, 18 Oktober 2022.
Presiden Jokowi dan Presiden FIFA, Gianni Infantino di Istana Merdeka, Jakarta, 18 Oktober 2022.

Pada Kamis (30/03) malam, melalui media sosial, Presiden Jokowi menyampaikan “kecewa dan sedih” setelah FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

Ia berpesan untuk “jangan menghabiskan energi untuk saling menyalahkan satu sama lain”.

“Dan sebagai bangsa yang besar, kita harus melihat ke depan,” kata dia.

“Jadikan ini sebagai pembelajaran bagi kita semuanya, bagi persepakbolaan nasional Indonesia,” kata Presiden Jokowi dalam akun Instagramnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Persatuan Sepakbola Indonesia (PSSI), Zainudin Amali, mengatakan, Indonesia harus menerima keputusan FIFA yang membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

“Karena kita [Indonesia] bagian dari FIFA, kita adalah anggota FIFA,” kata Zainudin kepada pers, Kamis )30/03), usai bertemu timnas Indonesia U-20 di Jakarta.

Zainudin mengakui keputusan FIFA itu “berat, menyedihkan dan mengecewakan” .

“Tapi ini sudah terjadi,” katanya.

Dia kemudian meminta timnas Indonesia U-20 untuk bersikap “tenang dan tetap semangat” sambil menunggu “langkah selanjutnya PSSI”.

Meskipun demikian, PSSI akan berusaha mengembalikan kepercayaan FIFA kepada Indonesia.

Hal itu dia tekankan karena ada kekhawatiran FIFA akan memberikan sanksi kepada Indonesia.

Alasannya, FIFA menganggap bahwa pemerintah Indonesia sudah memberikan jaminan untuk sanggup menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 di Indonesia.

PSSI juga mengharapkan, pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah itu, tidak menutup kemungkinan timnas Indonesia U-20 untuk dapat tampil di Piala Dunia U-20 yang akan digelar di negara lain.

“Kita belum tahu nasib selanjutnya, apakah kalau dipindah tempatnya, kita bisa diperkenankan untuk main sebagai peserta dari 24 tim yang ada,” kata Zainudin.

Erick Thohir
Ketum PSSI Erick Thohir (kiri) berbincang dengan Waketum PSSI Zainudin Amali (kanan) dan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (tengah) saat meninjau Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/3). Stadion GBT sedianya menjadi salah satu venue untuk Piala Dunia U-20 2023.

Muhadjir Effendy: ‘Mari berdoa agar tidak ada sanksi’

Di tempat terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Muhadjir Effendy mengharapkan, tidak ada sanksi FIFA kepada PSSI.

Dia berharap FIFA dapat membuat keputusan sebijak mungkin.

“Marilah kita berdoa mudah-mudahan tidak ada sanksi untuk Indonesia. Syukur-syukur malah ada bonus. Karena kita berharap FIFA akan membuat keputusan sebijak mungkin,” kata Muhadjir di Jakarta, Kamis (30/03).

Dia berujar, FIFA semestinya sudah memperhatikan kesungguhan Indonesia untuk membenahi sepak bola Indonesia.

“Khususnya Bapak Presiden terhadap perhatiannya memikirkan masa depan sepak bola nasional kita,” kata dia.

Lebih lanjut Muhadjir mengatakan, sekitar 70% warga Indonesia merupakan penggemar sepak bola.

Dia meyakini fakta itu akan menjadi pertimbangan bagi FIFA.

Pelaksana tugas (Plt) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Muhadjir Effendy mengharapkan, tidak ada sanksi FIFA kepada PSSI.
,Pelaksana tugas (Plt) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Muhadjir Effendy mengharapkan, tidak ada sanksi FIFA kepada PSSI.

Erick Thohir: ‘Kami sudah berjuang maksimal’ untuk melobi FIFA

Sebelumnya, Ketua Umum Persatuan Sepak bola Indonesia (PSSI), Erick Thohir mengatakan, dirinya sudah “berjuang semaksimal mungkin” untuk melobi FIFA.

Erick mengutarakan hal itu usai bertemu Presiden FIFA, Gianni Infantino di Doha, Qatar, Rabu (29/3) siang waktu setempat.

Erick ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk melobi langsung FIFA.

Dan hasilnya, seperti diketahui, FIFA membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.

“Kita harus menerima keputusan FIFA yang membatalkan penyelenggaraan event yang kita sama-sama nantikan itu,” jelasnya.

Keputusan itu, lanjutnya, tidak bisa ditolak lagi.

“Indonesia adalah salah satu anggota FIFA, sehingga untuk urusan sepakbola internasional, kita harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

“Meskipun saya tadi sudah menyampaikan segala hal kepada Gianni, apa yang dititipkan Presiden, pecinta sepakbola, anak-anak timnas U-20, dan juga suporter setia sepakbola, tapi karena kita anggotanya dan FIFA menilai situasi saat ini tidak bisa dilanjutkan penyelenggaraannya, maka kita harus tunduk,” lanjut Erick Thohir.

Meski demikian, katanya, Erick menyebut dan yakin Indonesia “harus tegar” dan kembali menata sepak bola Indonesia pasca pencopotan status tuan rumah Piala Dunia U20 bagi Indonesia.

“Kita harus tegar. Saya minta semua pecinta sepakbola tetap berkepala tegak atas keputusan berat FIFA ini,” jelasnya.

“Sebab saya berpendirian, karena itu, ini saatnya kita harus membuktikan kepada FIFA untuk bekerja lebih keras untuk melakukan transformasi sepak bola, menuju sepak bola bersih dan berprestasi,” tandasnya.

Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) yang rencananya diperuntukkan untuk venue Piala Dunia U-20 2023, Kamis (30/03).
Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) yang rencananya diperuntukkan untuk venue Piala Dunia U-20 2023, Kamis (30/03).

Apa yang ditulis FIFA dalam pengumuman pembatalan

Keputusan pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 dirilis melalui situs resmi FIFA, Rabu (29/03) malam.

Dituliskan dalam situs, bahwa setelah Presiden FIFA Gianni Infantino mengadakan pertemuan dengan Ketua Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir pada hari ini, FIFA memutuskan “karena keadaan saat ini, untuk membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 FIFA 2023”.

Belum diumumkan negara mana yang akan menggantikan Indonesia, namun FIFA menyebutkan jadwal turnamen tidak akan diubah dari rencana semula.

“Kemungkinan sanksi untuk PSSI juga akan diputuskan kemudian,” lanjut pengumuman itu.

Meski demikian, dalam pernyataan itu FIFA menekankan akan “tetap berkomitman secara aktif mendampingi PSSI” dengan dukungan Presiden Joko Widodo untuk “proses transformasi sepak bola Indonesia setelah tragedi pada Oktober 2022”.

Beberapa anggota FIFA akan tetap berada di Indonesia di bulan-bulan mendatang untuk mendampingi PSSI dan “pertemuan baru Presiden FIFA dan Ketua PSSI untuk diskusi lebih lanjut akan segera dijadwalkan”.

Sejumlah Ormas Islam menggelar demonstrasi menolak kedatangan timnas sepak bola Israel ke Piala Dunia U-20 di Indonesia.
Sejumlah Ormas Islam menggelar demonstrasi menolak kedatangan timnas sepak bola Israel ke Piala Dunia U-20 di Indonesia.

Sebelum keputusan ini resmi dikeluarkan, Presiden Joko Widodo “menjamin bahwa keikutsertaan Tim Nasional Israel dalam Piala Dunia U-20 tidak ada kaitannya” dengan konsistensi dan posisi politik luar negeri Indonesia terhadap Palestina.

Pernyataan itu disampaikan presiden di tengah munculnya penolakan sejumlah pihak terhadap keikutsertaan Timnas Israel dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-20, di mana Indonesia menjadi tuan rumah.

“Dukungan kita kepada Palestina selalu kokoh dan kuat. Dan dalam urusan Piala Dunia U-20 ini, kita sependapat dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia bahwa FIFA memiliki aturan sendiri yang harus ditaati anggotanya,” kata Jokowi dalam pernyataan pers pada Selasa (28/3).

“Jadi jangan mencampuradukkan urusan olahraga dan urusan politik,” sambung Jokowi.

joko widodo
Presiden Joko Widodo dalam pernyataan resminya tentang Piala Dunia U-20 dan Indonesia sebagai tuan rumah.

Sebelum Presiden Joko Widodo angkat suara, pengamat mengkhawatirkan Indonesia tidak akan lagi dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan olahraga sepak bola di masa mendatang, jika FIFA betul-betul membatalkan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia atas buntut penolakan kehadiran Timnas Israel.

Karenanya, pemerintah Indonesia didesak meredam sikap maupun aksi penolakan yang terjadi di dalam negeri.

Pemerintah Indonesia juga diminta menjelaskan posisi politik internasional Indonesia terhadap Israel, termasuk menjamin keselamatan para pemain Israel.

“Ya kita jalani proses-proses ini untuk dicari jalan keluar,” kata Menko-Polhukam Mahfud MD di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/03).

Ketua PSSI yang baru dilantik, Erick Thohir, yang ditugasi untuk melobi FIFA agar Indonesia tetap bisa menjadi tuan rumah.

Benarkah FIFA telah menunjuk Peru untuk gantikan Indonesia?

FIFA membatalkan drawing atau pengundian babak penyisihan Piala Dunia U-20 2023 di Bali, setelah adanya penolakan dari Gubernur Bali, I Wayan Koster terhadap kehadiran Timnas Israel U-20 ke wilayahnya.

Namun berdasarkan informasi yang diperoleh mantan pengurus PSSI, Yesayas Oktavianus, FIFA juga disebut telah menunjuk Peru sebagai tuan rumah pengganti.

“Itu informasi [tepercaya] yang saya dapat 26 Maret 2023 sore hari,” kata Yesayas kepada BBC News Indonesia, Senin (27/03).

Dalam pengumuman resmi FIFA pada Rabu (29/03) malam, negara mana yang akan menggantikan Indonesia “akan segera diumumkan”.

Warga berjalan di depan Gedung Ksirarnawa yang terletak di dalam kawasan Taman Budaya Bali, Denpasar, Bali, Senin (27/3/2023).
QWarga berjalan di depan Gedung Ksirarnawa yang terletak di dalam kawasan Taman Budaya Bali, Denpasar, Bali, Senin (27/3/2023). FIFA membatalkan pelaksanaan pengundian (drawing) grup Piala Dunia U-20 2023 yang rencananya akan diselenggarakan di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Bali itu pada 31 Maret 2023.

Apa yang harus dilakukan Indonesia?

Kusnaeni mengatakan, Indonesia masih punya kesempatan untuk terhindar dari sanksi, asalkan bisa meyakinkan FIFA soal posisi politik internasional Indonesia terhadap Israel, kesiapan infrastruktur, hingga jaminan keamanan terhadap pemain Israel.

Sebab sentimen anti-Israel yang muncul saat ini, menurut dia, tidak mewakili sikap politik resmi Indonesia dan seluruh masyarakat.

“Tinggal dijelaskan sikap pemerintah Indonesia yang sebenarnya seperti apa? Itu yang saya bilang peta sikap Indonesia, kita menolak atau tidak sebagai sebuah bangsa?”

Delegasi FIFA meninjau Stadion Gelora Bandung Lautan Api di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/3/2023).
Delegasi FIFA meninjau Stadion Gelora Bandung Lautan Api di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/03/2023).

Apakah Indonesia akan kena sanksi kalau batal menggelar turnamen Piala Dunia U-20?

Kusnaeni dan Yesayas Oktavianus menyebut Indonesia tidak akan kena sanksi apapun dari FIFA selama keputusan pembatalan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 datang dari federasi.

Hanya saja, ada harga yang harus dibayar dan hal itu sangat krusial di mata internasional, jelas Yesayas.

Trust [kepercayaan] dari dunia internasional terhadap Indonesia akan hilang. Indonesia tidak dipercaya lagi menjadi tuan rumah gelaran besar misalnya Piala Dunia senior yang melibatkan Israel,” imbuhnya.

“Karena Indonesia dianggap tidak kuat menjaga keamanan dalam melindungi warga negara asing.”

Dari segi finansial, sambungnya, anggaran memperbaiki infrastruktur stadion jadi terbuang begitu saja.

Sanksi resmi dari FIFA belum diumumkan.

Delegasi FIFA meninjau Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali, Senin (27/3/2023).
Delegasi FIFA meninjau Stadion Kapten I Wayan Dipta di Gianyar, Bali, Senin (27/3/2023).

Secara terpisah, Plt Menteri Pemuda dan Olahraga Muhadjir Effendy mengatakan syarat yang diajukan Indonesia terkait keikutsertaan Israel di Piala Dunia U-20, tidak disetujui FIFA.

Syarat apa yang dimaksud, Muhadjir tidak menjelaskan.

Yang pasti, katanya, Indonesia akan bersikap sesuai dengan konstitusi yang berlaku.

Mengapa menolak kehadiran tim Israel?

Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Mei-11 Juni pada Oktober 2019.

Sebanyak 24 negara peserta termasuk Israel lolos ke babak final.

Timnas Israel sebelumnya tidak pernah tampil di Piala Dunia U-20 sejak ajang tersebut digelar pada 1997. Sehingga ini merupakan sejarah kali pertama mereka.

Namun sejak pertengahan Maret lalu, suara penolakan atas kehadiran timnas Israel ke Indonesia mulai bermunculan dari sejumlah tokoh dan organisasi.

Dua kepala daerah dari PDI Perjuangan yang terang-terangan menolak adalah Ganjar Pranowo dan I Wayan Koster.

Penolakan itu dilandasi komitmen dukungan untuk kemerdekaan Palestina sesuai amanat Presiden Sukarno.

Kemudian Persaudaraan Alumni 212 yang mengancam bakal mencegat kedatangan Timnas Israel ke Indonesia.

Ada pula Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengeklaim semua ormas Islam di Indonesia tegas menolak kehadiran timnas Israel.

Ini bukan pertama kalinya hubungan diplomatik Indonesia dan Israel memperumit urusan olahraga.

Pada 1962, Presiden Sukarno menolak memberikan visa kepada delegasi Israel yang hendak mengikuti Asian Games. Akibatnya, Indonesia diskors dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan dilarang mengikuti Olimpiade Musim Panas 1964.

Peristiwa yang lebih baru terjadi pada 2015, ketika atlet atlet Israel Misha Zilberman hendak bertanding di Kejuaraan Dunia Badminton.

Zilberman sempat menunggu di Singapura selama dua pekan karena visanya ditolak Indonesia meski sudah mengajukan sejak enam bulan sebelumnya.

Waktu itu, Federasi Badminton Dunia (BWF) sampai mengancam akan mencoret Indonesia dari tuan rumah Kejuaraan Dunia Badminton jika tidak mau menerima Zilberman.

Zilberman akhirnya mendapat visa pada saat-saat terakhir dan terbang ke Jakarta. Namun ia kandas setelah dikalahkan pemain Taiwan Hsu Jen Hao. (h/sumber: bbcindonesia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *