Breaking News

Video : Kumpulan Karang Di Pulau Sapuka Pangkep

 

Kumpulan karang mati di Perairan Pulau Sapuka Kab. Pangkajene dan Kepulauan

GEMPITANEWS.COM - Karang tergolong dalam dalam jenis mahluk hidup (hewan) yaitu sebagai individu organisme atau komponen dari masyarakat hewan. Terumbu karang (coral reefs) sebagai suatu ekosistem termasuk dalam organisme-organisme karang. Dawes (1981) mengatakan terumbu karang (coral reefs) merupakan masyarakat organisme yang hidup di dasar perairan dan berupa bentukan batuan kapur (CaCO3) yang cukup kuat menahan gaya gelombang laut. Selanjutnya Bengen D.G. (2001) menyatakan terumbu karang terbentuk dari endapan-endapan masif kalsium karbonat yang dihasilkan oleh organisme karang pembentuk terumbu (karang hermatipik) dari filum Coridaria, ordo Scleractinia yang hidup bersimbiosis dengan zooxantellae dan sedikit tambahan alga berkapur serta organisme lain yang menyereksi kalsium karbonat.

Karang hermatipik (Hermatypic corals) yang bersimbiosis dengan alga melaksanakan fotosintesis, sehingga peranan cahaya sinar matahari penting sekali bagi Hermatypic corals. Hermatypic corals biasanya hidup di perairan pantai/laut yang cukup dangkal di mana penetrasi cahaya matahari masih sampai ke dasar perairan, selain itu untuk hidup lebih baik binatang karang membutuhkan suhu air yang hangat berkisar antara 25-32 oC.

Dampak Kegiatan Manusia pada Ekosistem Terumbu Karang

1. Penambangan karang dengan atau tanpa bahan peledak berdampak Perusakan habitat dan kematian masal hewan terumbu

2. Pembuangan limbah panas berdampak Meningkatnya suhu air 5-10oC di atas suhu ambien, dapat mematikan karang dan biota lainnya.

3. Pengundulan hutan di lahan atas Sedimen hasil erosi dapat mencapai terumbu karang di sekitar muara sungai, sehingga mengakibatkan kekeruhan yang menghambat difusi oksigen ke dalam polib.

4. Pengerukan di sekitar terumbu karang mengakibatkan Meningkatnya kekeruhan yang mengganggu pertumbuhan karang.

5. Kepariwisataan Berpotensi :

  • Berakibat Peningkatan suhu air karena buangan air pendingin dari pembangkit listrik perhotelan
  • Pencemaran limbah manusia yang dapat menyebabkan eutrofikasi.
  • Kerusakan fisik karang karena jang-kar kapal
  • Rusaknya karang oleh penyelam.
  • Koleksi dan keanekaragaman biota karang menurun.

6. Penangkapan ikan hias dengan menggunakan bahan beracun (misalnya Kalium Sianida) Mengakibatkan ikan pingsan, mematikan karang dan biota avertebrata.

7. Penangkapan ikan dengan bahan peledak Mematikan ikan tanpa dikriminasi, karang dan biota avertebrata yang tidak bercangkang.

Ayo kampanyekan, Stop Destructive Fishing, Semoga Bermanfaat. 

Tags

Berita Terkait