Breaking News

Persiapkan Industri untuk Penuhi Kebutuhan Alsin Dalam Negeri

Print This Article   24 Januari 2017

Gempitanews, JAKARTA – Mekanisasi pertanian khususnya alat dan mesin pertanian (alsintan) sangat dibutuhkan untuk pengembangan pertanian modern yang efektif, efisien dan produktif. Oleh karena itu industri alsintan dalam negeri harus dipacu untuk berbenah dan mempersiapkan diri agar dapat memenuhi kebutuhan alsintan dalam negeri.

Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman saat membuka rapat koordinasi mekanisasi pertanian di Auditorium Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Jakarta, Jumat (06/01/2016) menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian telah menyusun grand desain Indonesia sebagai lumbung dan eksportir pangan dunia tahun 2045 melalui pembangunan pertanian modern.

“Pertanian modern yang sedang kita bangun memerlukan dukungan mekanisasi pertanian,” ujar Mentan.

Mekanisasi pertanian telah terbukti dapat mempercepat waktu budidaya tanaman dan menghemat tenaga kerja lebih dari 60% sehingga indeks pertanaman dan produktivitas lahan pertanian meningkat sedangkan biaya tenaga kerja dapat dihemat lebih dari 50%.

Lebih lanjut, Mentan mengatakan bahwa diharapkan kedepan semua alat mesin pertanian dapat diproduksi didalam negeri. “Kami harap, kedepan semua alat mesin pertanian yang ada di Indonesia diproduksi didalam negeri, RMU (Rice Milling Unit-red) sudah ada, kami minta untuk dimasukkan e-katalog,” lanjut Mentan.

Terpisah, Kepala Balitbangtan Dr. Muhammad Syakir menjelaskan Balitbangtan telah menghasilkan mesin pemanen multi komoditas. “Balitbangtan sudah membuat combine harvester amfibi, bisa untuk padi dan jagung, dan kita kerjasama untuk perbanyakan dengan swasta,” ujar Kepala Balitbangtan.

Dijelaskan bahwa alat mesin pertanian hasil perekayasaan Balitbangtan tidak ada lisensi eksklusif, sehingga bila ada pihak-pihak yang mampu untuk memproduksi dan memenuhi syarat bisa bekerjasama dalam masalisasi alat mesin pertanian hasil inovasi Balitbangtan.

Dalam acara ini juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Balitbangtan dengan PT. Birawa Megah Wiratama dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) tentang Pengembangan Inovasi Teknologi Pertanian dengan tujuan untuk memanfaatkan sumberdaya yang ada pada para pihak dalam rangka pengembangan teknologi inovasi pertanian.

Berita Terkait