Breaking News

Pemanfaatan Alsintan Tidak Optimal, Kementan : Tarik dan Pindahkan ke Tempat Lain

Ilustrasi

Gempitanews.com, Aceh - Kementerian Pertanian RI didukung dinas pertanian dan TNI AD akan memantau dan mengevaluasi pemanfaatan alat mesin pertanian (Alsintan), apabila kelompok tani (Poktan) di satu wilayah gagal memanfaatkan Alsintan secara optimal akan dicabut dan dipindahkan ke tempat lain yang lebih membutuhkan, dan ketentuan ini berlaku di seluruh Indonesia termasuk di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam.

Hal itu dikemukakan oleh Staf Ahli Menteri Pertanian (SAM) Bidang Lingkungan Kementan, Mukti Sardjono; Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Surachman Suwardi; Kepala Staf Kodam Iskandar Muda (Kasdam) Brigjen TNI Achmad Daniel Chardin dalam rapat koordinasi di Banda Aceh, yang dihadiri oleh Komandan Korem 012/Teuku Umar (TU) Kolonel Inf Nefra Firdaus; Kepala Divre Bulog Aceh, Fatah Yasin; para komandan Kodim dan kepala dinas pertanian dari seluruh Aceh. Jumat (15/3)

Mukti Sardjono mengatakan sesuai instruksi Mentan Andi Amran Sulaiman telah dibentuk Tim Khusus Optimalisasi Alsintan yang bertugas memantau dan mengevaluasi pendistribusian dan pemanfaatan Alsintan dalam tiga tahun terakhir.

Hasil evaluasi memastikan kuantitas Alsintan sebanding dengan luas lahan pertanian sehingga akan terukur bagaimana pemanfaatannya berkorelasi dengan peningkatan hasil produksi pertanian.

"Apabila pemanfaatan Alsintan tidak optimal, maka Kementan akan menarik dan memindahkannya ke wilayah atau kelompok tani lain yang lebih membutuhkan," kata Mukti Sardjono.

Sekretaris BPPSDMP Kementan, Surachman Suwardi menambahkan bahwa kementerian telah berkoordinasi dengan seluruh dinas pertanian dan TNI AD untuk memantau secara harian pemanfaatan Alsintan mulai dari olah tanah, penanaman, panen, hingga pasca panen.

Kasdam Iskandar Muda, Brigjen TNI Achmad Daniel Chardinmengingatkan bahwa TNI AD akan terus mengawal dan berperan dalam peningkatan luas tambah tanam (LTT), serapan gabah petani (Sergap), hingga optimalisasi Alsintan.

"Khusus Alsintan, sesuai pedoman teknisnya maka Alsintan yang tidak diioperasionalkan dengan selayaknya maka kami dorong untuk dicabut dan dipindahkan ke tempat lain yang membutuhkan. Alsintan tidak boleh berhenti pengoperasiannya. Manusianya boleh berhenti atau berganti orang yang mengoperasikannya," kata Kasdam.

Mukti Sardjono menambahkan Aceh untuk musim tanam (MT) 2017/2018 menargetkan luas tanam padi 507.549 hektar yang terbagi untuk MT rendeng (Oktober 2017 - Maret 2018) di posisi 14 Maret 2018 terealisasi 271.884 hektar dari data LTT harian.

"Sementara pada periode yang sama, realisasi penanaman jagung mencapai 36.681 hektar dan kedelai seluas 8.518 hektar," katanya.

 

Sumber: Humas Kementan

Berita Terkait