Breaking News

Mikroba Dan Tumbuhan

Mikroba (ilustrasi)

GEMPITANEWS.COM - Mikroba juga kadang dikenal sebagai mikroogranisme alias oganisme dengan ukuran mikroskopik yang tegolong sebagai organisme dengan sel tunggal ataupun banyak yang ukurang sangat kecil. Mikroorganisme ini memilki manfaat besar dalam pertanian organik dalam upaya untuk mengenalkan bioteknologi yang membantu dalam penyediaan unsur hara dan pengendalian hama tanaman. Tujuannya untuk memeperoleh hasil pertumbuhan tanaman yang optimal dan maksimal saat dipanen.

Ternyata ada juga interaksi dengan mikroba yang tergolong merugikan, contoh penyakit akibat bakteri Pseudomonas solanacearum pada pisang yang membuat penyakit darah pisang.

Beberapa interaksi antara mikroba atau mikroorganisme dengan tumbuhan adalah : Simbiosis yang terjadi antara bakteri dan tumbuhan, contohnya pada hubungan antara bakteri Rhizobium dengan akar kacang-kacangan. Simbiosis fungi atau jamur dengan tumbuhan, terjadi pada mikroorganisme berupa Mikoriza (fungi akar) yang dibedakan menjadi 2 kelompok utama yaitu ektomikoriza yang biasa muncul berada di daerah dingin dengan hubungan pada tanaman khusus dan semak-semak, dan Endomikoriza yang membentuk hubungan dari hila fungi dengan masuk ke korteks dan tumbuh dalam sel, kemudian membentuk lilitan dan menimbulkan efek pembengkakan.

Hubungan yang terjadi antara inang parasit Terjadinya interaksi antara mikroba dengan tumbuhan biasanya terjadi pada 2 bagian yaitu: Bagian tanaman yang muncul diatas permukaan tanah dengan mikroba udara atau biasa desebut dengan phyllosphere atau filosofir. Interaksi dengan mikroba ini bisa berupa juga mikroorganisme yang menggangu tanaman tapi bisa juga menguntungkan. Mikroba bisa ditemukan di permukaan entah itu bagian batang, kulit, daun. Misal mikroba yang muncul adalah kelompok bakteri, fungi, atau yeast. Bagian tanaman yang ada di dalam tanah dengan mikroba dalam tanah.

Area yang menjadi lokasi interaksi antara mikroba tanah dengan tanaman dikenal dengan nama rizosfir atau rhiszozphere. Rizosfir adalah ekologi yang amat kecil tapi termasuk kedalam sistem yang punya aktivitas sibuk dan sangan cepat dalam meindahkan nutrisi. Termasuk juga lingkungan yang kompetitif dibanding lingkungan sekitar. Adapun peranan mikroba untuk tanaman dan lingkungan sekitarnya, misalnya mikroba rizosfir.

Mikroba ini memiliki beberapa pengaruh yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman, diantaranya: Mempengaruhi sifat kimia dan fisik sekitar rizosfir. Bisa mempengaruhi pH tanah. Memilki kandungan unsur hara lebih tinggi. Mikroba yang ada dalam rizosfir dan berkelompok bisa berfungsi sebagai pengusir patogen.

Inilah cara mikrobiota dengan peranan untuk menyuburkan tanah yaitu: Sebagai perbaikan struktur tanah. Untuk membentuk struktur tanah yang kuat dan sesuai diperlukan juga zat anorganik seperti FE, liat, aluminium, kapur, dan iksidasi besi yang berinteraksi dengan senyawa organik bentukan mikrobiota atau merupakan hasil dari dekomposisi senyawa organik. Mempengaruhi dengan perbaikan dan penambahan unsur hara bagi tanaman.

Jika terdapat mikrobiota bisa mempercepat proses dekomposisi bahan organik, juga bisa menjadi bahan pemicu tingkat kelarutan dari senyawa anorganik yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. Ini terjadi karena adanya metabolok sekunder oleh mikrobiota dengan bentuk enzim tanah bersama dengan senyawa organik yang punya fungsi sebagai pelarut. Contoh mikrobiota yang punya manfaat bagi kesuburan tanah dan tanaman, diantaranya: Bakteri rhizobium, sebagai penyedia hara untuk tanaman terutama dalam menyediakan nitrogen untuk tanaman. Azospirillum yang bisa dikembangkan untuk pupuk hayati. Azospirillum dan azotobacter bisa membantu meningkatkan penyerapan nitrogen dalam tanah. Bacillus, yaitu mikroba pelarut fosfat dari dalam tanah atau dari pupuk agar dapat diserap oleh tanaman. Mikoriza sebagai pembantu dalam meningkatkan terserapnya fosfat oleh akar. Bakteri pereduksi sulfat sebagai perombak bahan organik pada sedimen anaerob dan mineralisasi sulfur organik. Trichoderma, mikroba perombak bahan organik untuk mempercepat proses pengomposan dan meningkatkan kualitas kompos. Dengan lebih cepatnya perombakan dari sisa hasil tanaman akan meningkatkan ketersediaan hara tanah juga kandungan bahan organik.

Nah sekian tentang mikroba. Semoga bisa bermanfaat bagi Sahabat GempitaNews.com semua.

Berita Terkait