Breaking News

Majukan Desa, Kementan dan Kemendes Bangun Embung

Andi Amran Sulaeman | okezone | ilustrasi

GEMPITANEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) siap bersinergi dan saling mendukung program pembangunan embung di desa bersama Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi (Kemendes).

Pemerintah telah mencanangkan pembangunan 30 ribu embung pada 2017 di daerah tanah tadah hujan, itu untuk mewujudkan salah satu visi besar Presiden RI untuk membangun Indonesia melalui desa.

Empat program prioritas pembangunan desa 2017 yang digerakkan oleh Kemendes salah satunya adalah pembangunan embung desa. “Kemendes akan bangun embung, kita juga membangun, alsintan dari kita dan juga benih unggulnya dari kita, sehingga saling bersinergi, “ ujar Amran saat rapat koordinasi nasional Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas Pembangunan Desa 2017 di Jakarta, Jumat.

Mentan mengatakan, sesuai perintah Presiden RI maka pemerintah akan mengembangkan embung dengan membangun 30 ribu embung tahun ini di daerah tanah tadah hujan dengan areal sekitar 4 juta hectare (ha). “Kalau daerah itu kita bangun yang mana banyak petani di areal tersebut tidur selama enam bulan dan tidak berproduksi karena tidak ada air ketika musim kemarau.

Maka kita akan membangunkan petani tidur dan lahan tidur saat musim kemarau dengan cara membangun embung,” kata dia. Mentan menambahkan, hasil yang dapat dicapai apabila membangun embung di daerah tadah hujan sekitar Rp 100-200 triliun. Dengan asumsi, sebelumnya petani hanya bisa menanam satu kali menjadi 2-3 kali tanam dalam satu tahun, bahkan menjadi 4 kali tanam.

Bila dibandingkan negara lain, seperti Taiwan dan Jerman yang memiliki empat musim dan hanya empat bulan masa tanam, Indonesia memiliki 12 bulan masa tanam. Namun yang menjadi permasalahan saat ini adalah air. “Apabila ada embung, sayur, ikan, bebek, domba, kambing dapat hidup, “ ujar Mentan. Contohnya, beberapa wilayah seperti NTB yang sudah dibangun embung oleh Kementan, pendapatan di daerah tersebut meningkat karena bisa memproduksi. “Dulu enam bulan menganggur karena musim kemarau. Saat ini selama 12 bulan bisa produktif,”ujar Mentan.

Mendes Eko Putro Sandjojo menyatakan, Kemendes terus berusaha meningkatkan akselerasi realisasi program prioritas dengan mitra pemerintah maupun dari sektor swasta. “Kami terus berusaha memperkuat komunikasi dan kerja sama dengan stakeholder desa, baik di tingkat kementerian, lembaga negara, BUMN, pemda, hingga kalangan swasta agar empat program prioritas Kemendes bisa segera terealisasi, “ ujar dia. Saat ini, sekitar 80% dari desadesa di seluruh Indonesia hidup di sektor pertanian.

Presiden menginstruksikan kelebihan dana desa sebesar Rp 20 triliun dapat digunakan untuk membangun embung desa. Untuk program embung desa, program pertanian yang telah dilakukan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini akan lebih besar lagi dampaknya apabila disetiap desa dibangun embung. Karena baru sekitar 45% desa yang memiliki saluran irigasi. “Sehingga, masa tanam yang dimiliki petani di Indonesia akan dapat bertambah apabila desa itu memiliki embung,” ujar Mendes.

Penghargaan Kemenkeu

Sementara itu, Kementan baru-baru ini menerima penghargaan sebagai salah satu kementerian/lembaga (K/L) terbaik dengan nilai indicator kinerja pelaksanaan anggaran 2016. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan diterima Sekjen Kementan Hari Priyono.

Hal ini menggambarkan capaiancapaian yang telah diraih oleh Kementan yang dipimpin Andi Amran Sulaiman. Kementan menerima penghargaan ini dalam kategori K/L terbaik dalam kategori anggaran dengan pagu besar bersama dengan Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Keuangan, Kepolisian RI, dan Kementetiam Sosial. Ke depan, akan terus diupayakan peningkatan prestasi kinerja lainya guna optimalisasi anggaran yang telah disediakan untuk mendukung pembangunan pertanian di indonesia.

Hal ini diharapkan dapat terus mendukung usaha Kementan mencapai swasembada pangan dalam mewujudkan Indonesia berdaulat pangan serta menjadi lumbung pangan dunia. (tl)

Sumber : Berita Satu

Tags

Berita Terkait