Breaking News

Faperta UIT Makassar Ikut Observasi Petani Di Sul-teng

Observasi Para Delegasi ISMPI wilayah V Di Donggala Sulawesi tengah

Gempitanews.com, Palu - Mahasiswa Fakultas Pertanian UIT Makassar Bersama Mahasiswa Dari Beberapa Kampus Di Kawasan Indonesia Timur Melakukan Observasi Di Lahan Pertanian Warga Desa Lendetowea Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah, (Sabtu 02, 12, 2017).

Dalam Kegiatan Observasi ini yang di laksanakan oleh ISMPI (Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia) yang di ikuti oleh 11 Delegasi Kampus diantaranya UIT Makassar, UMI, UMPAR, STIP Toli-Toli, UKI Toraja, UNSULBAR, USN Kolaka, UNISMUH Palu, UNISMUH Buton, UNG, dan UNTAD Sendiri selaku Tuan Rumah.

Dalam momentum ini terlebih dahulu mahasiswa fakultas pertanian UIT bertemu dengan Pak Rahman Kepala Desa Lendetowea sebagai pengantar ataupun perkenalan tentang sektor pertanian yang ada di wilayahnya, lalu kemudian di antarkan ke lahan pertanian yang sudah di kelola kelompok tani di desa tersebut.

Kamsuriadi delegasi dari Fakultas pertanian UIT mengatakan saat di wawancarai pihak gempitanews bahwa kegiatan seperti ini harus gencar di lakukan oleh mahasiswa pertanian indonesia untuk membantu keluar dari berbagai persoalan petani, seperti yang kami dapati petani di desa Lendetowea mengeluh serangan hama wereng yang sampai hari ini belum mampu teratasi, hal ini akan kami observasi lebih lanjut dan mencari solusi agar hasil pertanian mencapai target sesuai harapan petani, Tutur Anchu sapaan akrab Kamsuriadi yang juga ketua BEM Faperta UIT.

Dalam wawancara dengan salah satu petani atas nama bapak anton (ketua kelompok tani) dalam wawancara tersebut bapak anton mengatakan bahwa ada beberapa problem yang terjadi dalam sektor pertanian di desanya mulai dari proses pembibitan sampai panen, Tambah Anchu.

Didesa tersebut yang dulunya berkembang komoditi jagung namun karena bejalannya waktu dan banyaknya problem hingga akhirnya petani berfikir dan beralih dari komoditi jagung menjadi padi karena begitu banyaknya permasalahan dengan komoditi jagung, tutur Anchu meniru pak Anton.

Shyndi Delegasi Dari UNISMUH Buton yang juga pengurus ISMPI Wilayah 5 menambahkan semoga observasi ini menemukan solusi dari berbagai persoalan yang di temui. "Kendala yang di rasakan petani hampir sama di seluruh indonesia seperti yang kami temui dalam observasi ini, Olehnya Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk memecahkan masalah petani di desa Lendetowea ini.

Sekedar diketahui Delegasi Faperta UIT Makassar Meraih juara tiga dalam kegiatan Pameran Produk hasil Pertanian dengan Produk Unggulan Kripik Revolusi rumput laut kombinasi Kulit Pisang.

Tags

Berita Terkait