Breaking News

Diskusi Interaktif Petani Di Jeneponto, Petani Menyampaikan Keluhannya

Diskusi Interaktif Petani Oleh FPM sulsel PC Jeneponto dan Karangtaruna Desa Bonto ujung

Gempitanews.com, Makassar - Diskusi interaktif bersama petani yang di selenggarakan Oleh Forum Pemuda Mahasiswa (FPM) SUL-SEL Pengurus Cabang Jeneponto Bekerjasama dengan Karang taruna Desa Bonto Ujung Kec. Tarowang, Kab. Jeneponto dengan Tema "Mendaras suka duka petani", Di Aula Kanto Desa Bonto Ujung, Kamis 01/02/2017.

Diskusi Interaktif ini di buka langsung oleh Kepala Pinas pertanian Kab. Jeneponto Drs. Ahmad. A. MP. yang di hadiri oleh Anggota-anggota Kelompok tani dan Tokoh pemuda dan Masyarakat. Di dalam sambutan kepala dinas Pertanian menyampaikan bahwa

"Unek-unek petani sudah Lama saya dengar, Namun karena regulasi dari kebijakan yang menjadikan kami tdk mampu berbuat apa-apa, Seperti Pembagian Bibit dan Pupuk banyak Petani yang mengeluh Namun ada regulasi yang harus kita patuhi dan menjadi dasar dalam pembagian bantuan sehingga harapan kami agar bagaimana supaya Kelompok yang ada itu harus tertib administrasi supaya kami juga mudah menyalurkan bantuan kepada petani" Tutur Ahmad.

Salah satu Ketua kelompok Tani Pallinrungi Dg Lete di dalam kesempatannya menyampaikan Keluhannya "bahwa kami Petani pak, harapan kami tolong di bantu bibit dan pupuk sesuai kebutuhan kami, selama ini terkadang terlambat datang dan tdk sesuai dengan kebutuhan kami, selama ini yang sampai di tangan petani itu tidak cukup sehingga harus beli di toko untuk menutupi kekurangan," Harap Dg Lete.

Daeng Rewa Salah satu Anggota Kelompok Tani yang Juga Tokoh Pemuda Menyampaikan Bahwa Persoalan Petani saat ini sangat Kompleks, Seharusnya Petani hari ini sudah melakukan Sistem Pertanian Modern Seperti yang di canangkan Menteri Pertanian, Namun nyatanya Kami Sebagai Petani belum merasakan itu, persoalannya bukan tidak ada bantuan namun untuk mendapatkan bantuan kadang sulit untuk di lakukan Kelompok Tani apa lagi Jika tidak memiliki Keluarga atau teman yang bisa membantu, selain itu menurut issue beredar untuk mendapatkan bantuan seperti Handtraktor juga harus mengeluarkan biaya, Tutur Daeng Rewa.

Dalam kesempatan ini Suardi Selaku Moderator Menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan bagaiman membahas kebijakan pemerintah atas kesejahteraan petani di sektoral pertanian, Harapan kami Agar Kebijakan harus di bangun di atas Kepentingan Rakyat, Tutup Suardi.

Berita Terkait