Breaking News

Dirjen Kastrad ISMPI : Impor Beras Tidak Berpihak Ke Petani

Gambar : Ulil Amri

Gempitanews.com, Makassar - Kebijakan pemerintah yang akan mengimpor beras dari Negara Vietnam dan Thailand sebanyak 500.000 Ton pada akhir bulan Februari menuai reaksi dan kritikan.

Dirjend Kajian Strategis (Kastrad) Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI) Ulil Amri pun Angkat bicara.la, menilai Kebijakan yang di keluarkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan sangat tidak berpihak dan merugikan petani, Tuturnya Saat Wawancara di Salah satu Hotel di Makassar (22/01/2018).

Ulil Amri Menegaskan tindakan dan keputusan yang dilakukan Kemendag sama sekali tidak berdasar by data yang valid, hanya karena kelangkaan dan kenaikan harga dibeberapa pasar di Ibu Kota kemudian di generalis dan parahnya dijadikan sebagai kesimpulan untuk melakukan Impor beras dari Negara Vietnam dan Thailand.

"kami sangat menyayangkan kebijakan impor beras yang akan dilakukan oleh Kemendag, dan dengan tegas impor beras kami tolak dan meminta agar kiranya kemendag mengurungkan niatnya, karena kami nilai ini sangat merugikan dan mengancam petani untuk tidak sejahterah" kata Ulil Amri Dirjend Kastrad ISMPI yang juga Wakil Ketua Bidang Kesejahteraan Umum Gerakan Pemuda Peduli Bangsa (GEMPA).

Padahal berdasarkan data dari Kementerian Pertanian menyebutkan bahwa pada bulan Januari 2018 akan panen dengan luas 854 hektar dengan hasil 4,51 iuta ton gabah kering giling (GKG) setara 2,83 juta ton beras dan surplus 329 ribu ton di banding kebutuhan komsumsi hanya 2,5 juta ton Selanjutnya pada bulan Februari panen dengan luas lahan 1.63 juta hektar dengan produksi18,67 juta ton GKG Setara 543 luta ton beras dan juga surplus 2.93 juta ton.

Nah, dengan ini kita semua patut curiga dengan adanya keinginan kuat Kemendag mengimpor beras yang terkesan tergesah-gesah dan mendadak.Tegas Ulil

Tags

Berita Terkait