Mimbar Jumat, 26 Januari 2024

Allah Subhanhu Wa ta’ala berfirman :

أَوَلَمْ يَرَوْا كَيْفَ يُبْدِئُ اللَّهُ الْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ﴿١٩﴾قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ بَدَأَ الْخَلْقَ ۚ ثُمَّ اللَّهُ يُنْشِئُ النَّشْأَةَ الْآخِرَةَ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya : Apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allâh menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (kembali). Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allâh. Katakanlah, “Berjalanlah di (muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana Allâh menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allâh menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allâh Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS al-‘Ankabût 29 : 19-20)

Manusia adalah makhluk yang paling sempurna diantara makhluk-makhluk lain di muka bumi ini. Manusia juga merupakan makhluk yang kompleks, terdiri dari ruh dan raga.

Perkembangannya bermula dalam rahim ibu ketika bertemunya sperma ayah dengan sel telur ibu, kemudian berkembang, tumbuh dengan berbagai susunan saraf yang kompleks. Mengikuti pertumbuhan janin dirahim yang pada akhirnya membentuk wujud bayi manusia.

Jaringan saraf manusia merupakan jaringan yang saling terkoneksi dari satu jaringan kejaringan lainnya dalam tubuh. Sistem saraf merupakan jaringan paling rumit dan paling penting karena terdiri dari jutaan sel saraf (neuron) yang saling terhubung dan vital untuk perkembangan bahasa, pikiran dan ingatan. Satuan kerja utama dalam sistem saraf adalah neuron yang diikat oleh sel-sel glia.

Sistem saraf manusia terdiri dari otak, sumsum tulang belakang, organ-organ sensorik, dan seluruh saraf yang saling terhubung dengan organ dalam tubuh. Sistem ini juga terbagi menjadi dua bagian, yaitu saraf pusat dan tepi. Saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang, sedangkan saraf tepi terdiri dari somatik dan otonom.

Kedua sistem tersebut saling bekerja sama untuk mengumpulkan informasi dari tubuh dan lingkungan luar. Selanjutnya, sistem akan memproses informasi yang telah terkumpul, lalu mengirimkan instruksi ke seluruh tubuh dan memfasilitasi tanggapan sesuai perintah otak.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٍ مِّن طِينٍ . ثُمَّ جَعَلْنَٰهُ نُطْفَةً فِى قَرَارٍ مَّكِينٍ . ثُمَّ خَلَقْنَا ٱلنُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا ٱلْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا ٱلْمُضْغَةَ عِظَٰمًا فَكَسَوْنَا ٱلْعِظَٰمَ لَحْمًا ثُمَّ أَنشَأْنَٰهُ خَلْقًا ءَاخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحْسَنُ ٱلْخَٰلِقِينَ

Artinya : Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).

Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (QS Al-Mu’minun 23 :12-14)

Sesungguhnya dalam ayat diatas Allah memberikan gambaran yang sangat jelas bagaimana proses penciptaan manusia dimulai dari tahap sulalah yakni saripati makanan, kemudian nutfah (sperma) lalu terjadi konsepsi (pembuahan) dan masuk kedalam rahim menjadi embrio.

Kemudian berkembang membentuk ‘alaqah kemudian berproses menjadi mudhghah, ‘izaman tumbuh tulang belulangnya kemudian tulang-tulang itu dibungkus dengan daging yang didalamnya tumbuh jaringan system saraf tersusun dengan rapi dan teliti.

Setelah terbentuk manusia yang utuh dengan berbagai sistem saraf yang unik dan teratur, kemudian Allah SWT meniupkan (nafakha) kepadanya ruh nya kemudian jadilah ia makhluk yang unik yakni Khalqan akhar.

Disebut Khaqan akhar karena manusia memiliki substansi psikis yang berasal dari substansi Tuhan yang mana sama sekali tidak dimiliki makhluk-makhluk lain.

Sesungguhnya sistem saraf merupakan jaringan kompleks yang memiliki peran penting untuk mengatur setiap aktifitas tubuh kita. Beberapa fungsi sistem saraf yang kita ketahui adalah untuk berpikir, melihat, bergerak, hingga mengatur berbagai kerja organ tubuh.

Firman Allah SWT :

وَا للّٰهُ اَخْرَجَكُمْ مِّنْۢ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ شَيْــئًا ۙ وَّ جَعَلَ لَـكُمُ السَّمْعَ وَا لْاَ بْصٰرَ وَا لْاَ فْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya :”Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.” (QS. An-Nahl 16: 78)

Setiap kita wajib bersyukur kepada Allah SWT karena Dia telah memberikan berbagai kemampuan yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Memiliki mata, telinga yang terkoneksi dengan berbagai sususan saraf dan otak serta hati nurani yang menunjukan betapa besarnya kasih sayang serta karunia Allah kepada hamba-Nya.

Allâh SWT berfirman :

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ

Artinya : Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allâh, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan.” (QS An-Nahl 16:53)

Sungguh Allâh SWT memberikan berbagai kebaikan dan menolak kejahatan dan keburukan. Oleh karena itu, seorang hamba harus benar-benar bersyukur kepada-Nya. Dan hendaknya setiap hamba berusaha dengan segala cara yang dapat mengantar kesyukuran dirinya kepada Allâh Subhanahu Wa Ta’ala .(h/TI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *